Text
MAAF TUHAN AKU TIDAK ADA WAKTU
Beberapa bulan lalu, tepatnya pada bulan Ramadhan, saya pergi ke sebuah stasiun kereta api untuk menjemput sepupu yang mudik dari Jakarta. Di stasiun, banyak orang antri berjam-jam, baik untuk mendapatkan tiket ataupun menunggu kedatangan kereta api. Bahkan, ketika terdengar suara adzan dari sebuah mushala yang tak jauh dari stasiun, mereka masih stay di tempatnya. Suara adzan tidak sedikit pun mengusik mereka.Itulah realitas kita sekarang, rela menunggu lebih awal beberapa jam untuk tiket atau agar tidak terlambat naik transportasi umum. Tetapi, ketika terdengar panggilan untuk menunaikan shalat,kita tidak langsung bergegas melaksanakan shalat. Alih-alih menunggu lebih awal, kita sering menunda-nunda, bahkan melewatkannya tanpa sedikit pun merasa bersalah.Aktivitas dan kesibukan sehari-hari membuat jarak kita dengan Tuhan makin menjauh.
Kita lebih sering mengutamakan urusan dunia daripada bergegas untuk menyembah dan menghamba kepada Sang Khaliq. Berulang kali kita menjadi sok sibuk untuk memenuhi kebahagiaan dunia hingga lupa banyak aktivitas yang kita lakukan itu menjauhkan diri kepada Tuhan.Semoga kehadiran buku sederhana ini bisa menjadi wasilah, khususnya bagi penulis, agar setidaknya tidak terlalu jauh dari fitrah kita sebagai hamba Allah ‘Azza wa Jalla. Agar kita tetap dapat bermuhasabah untuk mengutamakan dan menaati perintah-perintah-Nya. Amin!
Tidak tersedia versi lain